Memuat...
SURGA itu seperti Perpustakaan yang sangat besar.

HP 081265748769

HP 081265748769

15.10.16

Ketika Toko Buku Tidak Memiliki Stok Buku


Pengumuman:

Tahun 2016 adalah tahun yang dramatis bagi kami pengelola tokobuku 24 jam. Bukan karena sepi pesanan, melainkan pesanan banyak tetapi stok buku dari penerbit sudah tidak dicetak lagi. Kabar berita banyak penerbit sudah tutup. Sedih!

31.5.16

Melepas Belitan Wahabi, Dilengkapi Cara Shalat Nabi


Buku Melepas Belitan Wahabi diberi kata sambutan oleh:
1. Ustad Najib Sanusi Lubis.
2. Ustad H. Hafiz Yazid.
3. Abuya Tgk H. Jama;uddin Wali
4. Tgk H. Baidhawi Adnan (Abati)
5. Abu H. Marhaban Adnan
6. Tgk Abdul Hamid Laduny
7. Abu Wahab
8. Ustad Bakri (Abun)
7. Ustad Ja'far Al-Munziri
8. Abdullah Habib, Kyai Langitan
9. Buya H. Nasrial BA. DT. Rangkayao Dirajo
10. Ustad M. Arif Pasaman Koto Mojobasa
11. Bupati Aceh Barat Daya, Drs. HT. Burhanuddin Sampe, MM.
12. Dayah Budi Malikusshaleh
13. Buya Muhammad Jali Sadana


Profil Singkat:

Ustad Abi Maulana Syarifuddin Bin Husin kelahiran desa Pantai Jempa Kec. Bandar Pusaka, Aceh Tamiang. 

Harga buku Rp. 200.000, belum termasuk ongkos kirim. Disusun dengan bahasa yang sangat sederhana sehingga mudah dipahami.


23.11.15

Kutu Buku Menurut Wikipedia

Sebuah buku adalah seperangkat ditulis, dicetak, digambarkan, atau kosong lembar, terbuat daritinta, kertas, perkamen, atau bahan lainnya, diikat bersama-sama untuk bergantung pada satu sisi.Sebuah lembar dalam buku adalah daun, dan setiap sisi daun adalah halaman. Satu set halaman teks penuh atau diilustrasikan diproduksi dalam format elektronik dikenal sebagai buku elektronik, atau e-book.
Buku juga bisa merujuk ke karya sastra, atau divisi utama kerja seperti itu. Dalam ilmu perpustakaan dan informasi, buku disebut monografi, untuk membedakannya dari seri majalah seperti majalah, jurnalatau surat kabar. Tubuh semua hasil karya tulis termasuk buku adalah sastra. Dalam novel dan kadang-kadang jenis buku (misalnya, biografi), sebuah buku dapat dibagi menjadi beberapa bagian besar, juga disebut buku (Buku 1, Buku 2, Buku 3, dan seterusnya). Pembaca setia buku adalahbibliophile atau bahasa sehari-hari, kutu buku.

Buku Menurut Wikipedia

Buku
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Buku di sebuah perpustakaan.
Buku adalah kumpulan kertas atau bahan lainnya yang dijilid menjadi satu pada salah satu ujungnya dan berisi tulisan atau gambar. Setiap sisi dari sebuah lembaran kertas pada buku disebut sebuah halaman.

Seiring dengan perkembangan dalam bidang dunia informatika, kini dikenal pula istilah e-book atau buku-e (buku elektronik), yang mengandalkan perangkat seperti komputer meja, komputer jinjing, komputer tablet, telepon seluler dan lainnya, serta menggunakan perangkat lunak tertentu untuk membacanya.

Dalam bahasa Indonesia terdapat kata kitab yang diserap dari bahasa Arab (كتاب), yang memiliki arti buku. Kemudian pada penggunaan kata tersebut, kata kitab ditujukan hanya kepada sebuah teks atau tulisan yang dijilid menjadi satu. Biasanya kitab merujuk kepada jenis tulisan kuno yang mempunyai ketetapan hukum, atau dengan kata lain merupakan undang-undang yang mengatur. Istilah kitab biasanya digunakan untuk menyebut karya sastra para pujangga pada masa lampau yang dapat dijadikan sebagai bukti sejarah untuk mengungkapkan suatu peristiwa masa lampau seperti halnya kitab suci. Kerajaan-kerajaan di Nusantara pada masa lampau memberi kedudukan yang penting bagi para pujangga untuk menceritakan kehidupan dan kekuasaan raja-raja pada waktu itu untuk diriwayatkan dengan cara ditulis.

Daftar isi  [sembunyikan]
1 Sejarah
2 Jenis-jenis buku
3 Lihat pula
4 Pranala luar
Sejarah[sunting | sunting sumber]
Ada berbagai sumber yang menguak sejarah tentang buku. Awalnya buku pertama disebutkan lahir di Mesir pada tahun 2400-an SM setelah orang Mesir menciptakan kertas papirus. Kertas papirus yang berisi tulisan ini digulung dan gulungan tersebut merupakan bentuk buku yang pertama. Ada pula yang mengatakan buku sudah ada sejak zaman Sang Budha di Kamboja karena pada saat itu Sang Budha menuliskan wahyunya di atas daun dan kemudian membacanya berulang-ulang. Berabad-abad kemudian di Tiongkok, para cendekiawan menuliskan ilmu-ilmunya di atas lidi yang diikatkan menjadi satu. Hal tersebut memengaruhi sistem penulisan di Tiopngkok yang huruf-hurufnya ditulis secara vertikal yaitu dari atas ke bawah.

Buku yang terbuat dari kertas baru ada setelah Tiongkok berhasil menciptakan kertas pada tahun 200-an SM dari bahan dasar bambu ditemukan oleh Tsai Lun. Kertas membawa banyak perubahan pada dunia. Pedagang muslim membawa teknologi penciptaan kertas dari Tiongkok ke Eropa pada awal abad ke-11. Di sinilah industri kertas bertambah maju. Apalagi dengan diciptakannya mesin cetak oleh Gutenberg perkambangan dan penyebaran buku mengalami revolusi. Kertas yang ringan dan dapat bertahan lama dikumpulkan menjadi satu dan terciptalah buku.

Pecinta buku biasanya dijuluki sebagai seorang kutu buku.